Rangga
kesepian ini seolah mengekangku untuk beranjak dari angan ku tentang kamu, sekilas ku bercerita tentang dirimu yang sangat aku sayangi. seolah-olah mencintaimu sudah menjadi kewajiban untukku.
" gue broken home rha" ujar rangga, dengan raut wajah di tekuk.
" serius??." tanyaku tak mempercayai ucapannya.
" iya, nyokap ternyata udah nikah lagi. gue kira semua baik-baik aja. tapi gua baru sadar. selama ini nyokap jarang pulang ke rumah karena dia udah cerai dengan bokap gue."
ucapnya sedih. setitik air mata jatuh membasahi pipinya. tak tega rasanya, melihat senyumannya hilang seketika.
ucapnya sedih. setitik air mata jatuh membasahi pipinya. tak tega rasanya, melihat senyumannya hilang seketika.
" mmm... sebelumnya gue mau minta maaf sama loe. sebenarnya gue udah tau kalo nyokap bokap loe udah pisah. hanya gue gak mau loe sedih. (rangga menatapku, mencari keseriusan dari mata ku) .....sekarang gue benar-benar nyesel, loe udah tau semua itu. seharusnya gue sebagai sahabat yang bilang terlebih dahulu sebelum akhirnya loe tau kenyataan ini. harusnya gue bisa jadi orang yang loe percaya. tapi bukan maksud gue gitu. gue hanya gak mau loe sedih. dan semua sekarang sudah terlambat." ujarku sambil menunduk, dan diam seketika.
" semuanya udah terlambat untuk di perbaiki kan rha?." tanyanya padaku. aku menoleh, dan melihatnya mulai menyunggingkan senyumannya.
"gue juga udah gak bisa berbuat apa-apa. mereka berdua udah jauh lebih matang, dari segi pikiran ataupun cara menyikapi sesuatu. gue rasa itu jalan terbaik antara mereka berdua. meski gue tau.... bokap masih sayang banget sama nyokap gue." ujar rangga menadah ke langit. ku lihat tatapan sendu matanya, seolah menahan semua perih dalam hatinya, seorang diri.
" gak seharusnya loe simpan semua kepedihan itu sendirian. ada gue yang bakal setia bersama loe, senang ataupun sedih. kalo loe ngrasa sendirian, loe tekap dada loe. loe bisa rasain, kalo gue ada di hati loe buat nemenin loe. loe jangan sedih." ungkapku perlahan menangis.
" ehh cengeng!!! gue emang sedih. tapi,gak segitunya juga kali. bagi gue asal mereka berdua bahagia itu udah cukup buat gue." ungkapnya sambil menyandarkan kepalaku di bahunya.
"... asal mereka berdua bahagia, itu udah cukup buat gue." loe bisa bilang begitu. bohong sama perasaan loe sendiri. tap, loe gak bisa bohong sma gue. tatapan mata loe, menggambarkan bahwa loe kesepian, rangga. gue janji bakal selalu ada buat loe.
teduh tatapannya, serta nyaman sikapnya. seolah membuktikan pada diri ini yang lemah. bahwa kau mampu berdiri, meski penopang hidup telah goyah bahkan runtuh.
***
seiring waktu berlalu kau goyah terhadap waktu yang terus menimpa kesendirianmu. ku sadari, waktu berjalan membuat kita menjaga jarak. ntah karena sikap atau dirimu yang sudah acuh terhadap persahabatan kita. meski ku hanya bisa melihatmu dari jauh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar