Rangga
Kelam juga tak bisa menggambarkan, bahwa kerinduan ini telah terkekang. gelap pun bukanlah alasan mengapa aku tetap diam tak beranjak dari duduk dimana aku meratapi kau yang tenang berisitrahat dalam tumpukkan tanah yang menimbun ragamu. hanya setangkai lili putih yang kurangkai bersama dengan sedap malam, agar warnanya menyatu serasi dan semerbak mewangi. jujur, ku rindu saat dimana kita tertawa bersama. melewati detik demi detik waktu yang tersisa dalam hidupmu. menyanyikan lagu, dimana kau ciptakan agaraku mampu tegar. dimana kau rangkai kata demi kata agar aku mampu meresapinya dengan hati, bahkan emosi. "i can be a stronger" itu yang terus teringat dalam benak ini. yeah, i can be a stronger than before. harapan yang terus kau ucap ketika pagi mengawali dengan cerahnya matahari. tak terasa hari berganti hari, kau tak di sampingku. ku hanya bisa mengingat senyuman pagi, kala kau membangunkan aku. semangatmu, membuat hariku secerah mentari yang terus bersinar terik untuk bumi. rangga, rangga, rangga... terimakasih untuk ulasan tiap lukisan yang kau poles di tiap lembar hidupku. bagaikan kanvas, aku polos dan diam. kau bagaikan cat berwarna yang tumpah dalam kanvasku, melukis setiap kejadian yang pernah kita lewati. aku.. aku.. aku.. sayang kamu.
kini, yang hanya bisa ku ingat adalah, "i cant be a stronger than before". aku yakin, kau disana pun melihatku dengan senyuman yang tak ada habisnya yang kau sunggirkan di bibir manismu.
ingatkah kamu? saat kita bermain bersama. ketika itu aku masih duduk di bangku dasar, kau begitu polos dan ramah mengajakku bermain tanpa tau siapa aku. rangga... dimana kamu? sekarangaku sendiri, disini sepi rangga.tiada dirimu, tiada senyuman ku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar